Selasa, 27 Desember 2016

Ujian Praktik Bahasa Indonesia Menulis Cerpen



Demam Telolet


Suasana pagi di kota Magelang memang sudah tidak sesunyi dahulu. Kota magelang menjadi kota transit penghantar dari berbagai perjalanan orang bepergian ke kota kota besar. jalan A. Yani merupakan Jalan raya utama yang kini tidak pernah sepi. Banyak kendaraan memadati jalan. Motor, mobil, trek, bus, dan odong-odong. Semua kendaraan melewati jalan utama tersebut. Bising klakson kendaraan membuat ramai kota, bukan ramai menggembirakan namun lebih menghawatirkan karena tidak nyaman didengar dan menjadikan polusi suara. Seiring waktu berjalan, semakin bervariasi bunyi klakson kendaraan. Dari bunyi tin-tin, tot-tot sampai telolet. Kini kehadiran telolet sangat dibutuhkan para warga. Entah mengapa telolet menjadi alat kegembiraan warga di Indonesia lebih tepatnya di kota Magelang. Telolet kini tenar, walaupun suaranya cemeng-cemeng di telinga namun dapat membuat rasa senang yang membekas kepada orang yang mendengarnya.

Jaman sekarang sudah edan. Banyak orang yang rela menghabiskan waktunya di pinggir jalan hanya untuk mendengarkan bisingnya klakson bus mengeluarkan suara yang dasyat mengejutkan jiwa. Rela terkena asap dan debu yang dapat membuat muka kusam menghitam bak topeng jatilan. Divideo lalu di aplot ke media sosial biar ngga ketinggalan jaman katanya.

Gedjet kini telah menghipnotis warga Dusun Gintung Kelurahan Jambewangi. Membuat warganya kegirangan gedjet ketagihan telolet. Salah seorang warga yang bernama Bejo kini kecanduan gedjet dan terkena dampak gedjet yang kebelet hits. Supaya Bejo tidak ketinggalan kecanggihan dunia, iapun mengikuti ritual yang sedang viral. Berdiri di pinggir jalan di sekitar Kupatan sambil teriak sekuat mesin traktor “OM TELOLET OM” kata yang sedang mendunia.

Pagi-pagi sekali Bejo sudah bangun dari tidurnya. Ia terburu-buru pergi untuk menepati janji dengan teman-temannya. Mungkin bejo akan menjadi musafir bersama teman-temannya. Sampai ia tak mandi dan hanya cuci muka dengan jurus kungfu. Sri adik bejo yang sedang menyapu lantai rumah hanya terbengong melihat tingkah kakaknya.
 “Mas, meh nandi? Kandang manuke bapak kae mbok di resiki disik, ambune brang breng 7 dino 7 bengi rung di resiki,” kata Sri yang sedikit kesal.
“wahh.. mengko yo sri, mas meh nang dalan gede golek telolet,” jawab bejo sambil lari ke luar rumah lengkap membawa gedjet dan tongsis hello kitty lalu menemui teman-temannya.
Rutinitas Sri setiap hari membersihkan rumah sembari mendengarkan lagu dangdut vs campursari kesukaannya yang di putar di speaker dengan suara yang mencekik telinga. Bapaknya hanya manggut-manggut badannya ikut bergoyang.

Sore itu ibunya pulang dari rumah tetangga. Ibunya mendapati rumah yang sudah rapi dibersihkan Sri seorang diri. Kelakuan ibu jaman sekarang pergi pagi pulang sore hanya untuk ngrumpi sinetron india di rumah tetangga.

“Sri, bejo ke mana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya?” tanya Bu Janah.
“Mas Bejo pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau cari Telolet, Bu,” jawab Sri.
“O alah, jo, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat.”
“kimpul goreng buk,” jawab Bejo pulang dari mencari telolet sambil menyengir kuda.
“Mas Bejo ki ngawur, itu lo buk klakson bus bunyi telolet trus divideo trus di aplot di instagram biar gaul buk,” Jawab Sri begitu yakin.
“Betul kui Jo?” Tanya Bu Jannah dengan sungguh-sungguh.
“hehe.. inggih bu, aku kan ya pengen kaya temen-temen ben gaul.”
“Kok apik, besok habis solat subuh ibuk diajak yo lee.” kata ibunya gembira.
Bejo semaput…