Minggu, 23 Oktober 2016

Teks Berita



Jalan Santai HUT Smada ke-37
            Magelang, Minggu (16/10/2016) Smada mengadakan jalan santai. Acara ini diadakan untuk memperingati hari ulang tahun SMAN 2 Magelang yang ke 37. Jalan santai diikuti oleh seluruh warga SMAN 2 Magelang dan warga sekitar di sekolah Smada. Jalan santai ini bertujuan untuk menjalani gaya hidup sehat dan menjalin hubungan silaturahmi dengan warga sekitar.
Jalan santai diawali dengan pembukaan kepala sekolah Smada lalu dilanjutkan pelepasan balon. Jalan santai dimulai pada pukul 06.45 WIB. Seluruh peserta jalan santai sangat berantusias dalam menjalani gaya hidup yang sehat dengan berjalan kaki yang bisa mendapatkan hadiah. Para peserta mengikuti rute yang telah diberitahukan panitia sebelumnya. “Peserta jalan santai yang mengikuti acara ini bisa diajak bekerja sama. Para peserta jalan santai berjalan dengan tertib dan mudah untuk diatur pada saat perjalanan,” tutur Irkham.
Pukul 08.30 WIB para peserta jalan santai tiba di Smada. Acara selanjutnya adalah acara yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap peserta yaitu pembagian hadiah atau doorprize. Pengambilan doorprize dengan cara menukarkan kupon yang telah diberikan oleh panitia Smada pada saat jalan santai dan mencocokan nomor kupon yang telah disebutkan oleh panitia. Bagian ini yang paling menguras tenaga, jika tidak teliti dalam mencocokan nomor kupon, hanguslah rejeki para peserta jalan santai. Berbagai macam hadiah yang telah disediakan panitia guna memeriahkan acara jalan santai HUT Smada. Saat pembagian doorprize juga diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan seputar sekolah SMAN 2 Magelang dan pengetahuan umum yang diajukan bagi peserta jalan santai dan bagi yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia akan mendapatkan hadiah menarik. Adapula band dari siswa Smada yang tampil untuk menghibur para peserta jalan santai.



Pada saat pembagian doorprize, acara yang lainnya adalah lomba menghias tumpeng yang dilaksanakan di kelas XI IPA 1,2, dan 3. Seluruh kelash wajib mengirimkan 3 orang untuk lomba menghias tumpeng. Lomba ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB. Lomba menghias tumpeng berjalan dengan lancar. Para peserta lomba menghias tumpengnya dengan semenarik mungkin. Kriteria untuk penilaiannya adalah kreativitas, kebersihan, nilai estetika dan kekompakan para peserta.
Pada pukul 11.15 WIB dibagikan doorprize utama yaitu mesin cuci dan dimenangkan oleh warga sekitar SMAN 2 Magelang. Acara tersebut selesai ditandai dengan bunyi gong dan acara jalan santai berakhir pada pukul 11.30 WIB.



Jumat, 21 Oktober 2016

Teks Sejarah



Kegigihan Agus Triyanto


Agus Triyanto atau sering dipanggil Agus. Lahir di Temanggung, 9 September 1978. Ia merupakan dua bersaudara dari Sisjongko dan Sulami. Sejak kecil ia dibesarkan di Desa Jengkiling, Kandangan, Temanggung bersama kakak kandungnya yang bernama Heri Sutamto.
            Agus menempuh pendidikan di SD Karangsari sampai lulus dan melanjutkan di SMP 1 Kandangan. Setiap hari ia berangkat menggunakan angkutan umum. Namun jika tidak ada uang yang tersisa saat pulang sekolah, ia pulang dengan berjalan kaki sekitar 2 km bersama teman-temannya. Agus hidup dalam keadaan yang sederhana. Ia tak pernah menuntut apapun kepada orang tuanya. Jika sepatu belum usang dan jempol kaki belum terlihat keluar dari sepatu, orangtuanya belum akan membelikan sepatu untuknya. Sepulang sekolah ia biasanya membantu ayahnya membuat jenang untuk di jual ke desa-desa. Terkadang ia juga membantu ayahnya di sawah dan mencari rumput untuk makan kambing.
            Agus lulus SMP pada tahun 1992, tetapi ia tidak melanjutkan pendidikan selanjutnya karena keadaan orang tua yang tidak sanggup untuk menyekolahkannya lagi. Agus memutuskan mencari kerja untuk membantu kedua orang tuanya. Ia bekerja di furnitur untuk membuat peralatan rumah tangga bersama dengan kakaknya. Namun, karena tidak nyaman dengan pekerjaaannya ia keluar dari pekerjaannya dan mencari pekerjaan baru. Lalu ia bekerja di pabrik kayu. Belum lama bekerja, ia merasa tidak cocok dengan pekerjaannya karena sangat menguras banyak tenaga dan hanya mempunyai waktu istirahat yang singkat lalu memutuskan keluar dari pekerjaan pabrik itu.
            Agus terus mencari pekerjaan dan akhirnya bekerja di bengkel cat Pak Rahmat. Bemgkel itu melayani jasa pengecatan dan las kendaraan. Agus bekerja di bengkel Pak Rahmat bersama kakaknya selama 7 tahun. Agus menabung dari sedikit demi sedikit untuk mendirikan usaha sendiri.  Setelah uangnya terkumpul ia membeli peralatan-peralatan untuk mengecat dan ia mendirikan bengkel cat sendiri. Ia menekuni dan mengembangkan usaha bengkel catnya setelah ia berhenti dari bengkel Pak Rahmat.
Agus pun mencari nafkah tambahan dengan cara memnyalurkan dan mengembangkan bakat yang dimilikinya yaitu melukis. Ia melukis jika ada pesanan dari orang lain. Pada saat itu lukisan belum diminati oleh banyak orang dan harga jualnya masih rendah. Orang yang memesan lukisannya biasanya teman-teman dekatnya atau orang disekitarnya. Namun Agus tetap bersemangat untuk menajalani hidupnya.
Pada tahun 1997, Agus menikah dengan adik kelas ketika ia duduk di bangku SMP yang bernama Latifatun Siriyah. Setelah menikah 1 tahun ia dikaruniai anak perempuan yang diberi nama Nava Yansi Anggraeni. Lalu anak kedua bernama Muhammad Zulfikar yang memiliki selisih 10 tahun dengan anak pertamanya. Hingga kini usaha bengkel catnya masih tetap berdiri sehingga dapat menyekolahkan putrinya sampai ke jenjang SMA kelas 3 di SMAN 2 Magelang dan putranya bersekolah di SDN Kramat 1 kelas 2.