Demam Telolet
Suasana
pagi di kota Magelang memang sudah tidak sesunyi dahulu. Kota magelang menjadi
kota transit penghantar dari berbagai perjalanan orang bepergian ke kota kota
besar. jalan A. Yani merupakan Jalan raya utama yang kini tidak pernah sepi.
Banyak kendaraan memadati jalan. Motor, mobil, trek, bus, dan odong-odong.
Semua kendaraan melewati jalan utama tersebut. Bising klakson kendaraan membuat
ramai kota, bukan ramai menggembirakan namun lebih menghawatirkan karena tidak
nyaman didengar dan menjadikan polusi suara. Seiring waktu berjalan, semakin
bervariasi bunyi klakson kendaraan. Dari bunyi tin-tin, tot-tot sampai telolet.
Kini kehadiran telolet sangat dibutuhkan para warga. Entah mengapa telolet
menjadi alat kegembiraan warga di Indonesia lebih tepatnya di kota Magelang.
Telolet kini tenar, walaupun suaranya cemeng-cemeng di telinga namun dapat
membuat rasa senang yang membekas kepada orang yang mendengarnya.
Jaman
sekarang sudah edan. Banyak orang yang rela menghabiskan waktunya di pinggir
jalan hanya untuk mendengarkan bisingnya klakson bus mengeluarkan suara yang
dasyat mengejutkan jiwa. Rela terkena asap dan debu yang dapat membuat muka
kusam menghitam bak topeng jatilan. Divideo lalu di aplot ke media sosial biar
ngga ketinggalan jaman katanya.
Gedjet
kini telah menghipnotis warga Dusun Gintung Kelurahan Jambewangi. Membuat
warganya kegirangan gedjet ketagihan telolet. Salah seorang warga yang bernama Bejo
kini kecanduan gedjet dan terkena dampak gedjet yang kebelet hits. Supaya Bejo
tidak ketinggalan kecanggihan dunia, iapun mengikuti ritual yang sedang viral. Berdiri
di pinggir jalan di sekitar Kupatan sambil teriak sekuat mesin traktor “OM
TELOLET OM” kata yang sedang mendunia.
Pagi-pagi
sekali Bejo sudah bangun dari tidurnya. Ia terburu-buru pergi untuk menepati
janji dengan teman-temannya. Mungkin bejo akan menjadi musafir bersama
teman-temannya. Sampai ia tak mandi dan hanya cuci muka dengan jurus kungfu.
Sri adik bejo yang sedang menyapu lantai rumah hanya terbengong melihat tingkah
kakaknya.
“Mas, meh nandi? Kandang manuke bapak kae mbok
di resiki disik, ambune brang breng 7 dino 7 bengi rung di resiki,” kata Sri
yang sedikit kesal.
“wahh..
mengko yo sri, mas meh nang dalan gede golek telolet,” jawab bejo sambil lari
ke luar rumah lengkap membawa gedjet dan tongsis hello kitty lalu menemui
teman-temannya.
Rutinitas
Sri setiap hari membersihkan rumah sembari mendengarkan lagu dangdut vs campursari
kesukaannya yang di putar di speaker dengan suara yang mencekik telinga. Bapaknya
hanya manggut-manggut badannya ikut bergoyang.
Sore
itu ibunya pulang dari rumah tetangga. Ibunya mendapati rumah yang sudah rapi
dibersihkan Sri seorang diri. Kelakuan ibu jaman sekarang pergi pagi pulang
sore hanya untuk ngrumpi sinetron india di rumah tetangga.
“Sri,
bejo ke mana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya?” tanya Bu
Janah.
“Mas
Bejo pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau cari Telolet,
Bu,” jawab Sri.
“O
alah, jo, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk
sangu akhirat.”
“kimpul
goreng buk,” jawab Bejo pulang dari mencari telolet sambil menyengir kuda.
“Mas
Bejo ki ngawur, itu lo buk klakson bus bunyi telolet trus divideo trus di aplot
di instagram biar gaul buk,” Jawab Sri begitu yakin.
“Betul
kui Jo?” Tanya Bu Jannah dengan sungguh-sungguh.
“hehe..
inggih bu, aku kan ya pengen kaya temen-temen ben gaul.”
“Kok
apik, besok habis solat subuh ibuk diajak yo lee.” kata ibunya gembira.
Bejo
semaput…





